Review "Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)"


Penulis : Marah Rusli
Penerbit : PT balai pustaka (persero)
Cetakan : cetakan 50
Tahun : 2013
Halaman: xvii + 364 halaman; 14,8 x 21 cm

Novel "Siti Nurbaya" ini menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis bernama Siti Nurbaya yang akrab dipanggil Nurbaya dan kekasihnya Samsulbahri yang harus kandas ditangan rentenir tua yang sudah berkali-kali berganti istri, Datuk Meringgih.

Nurbaya adalah anak dari Baginda Sulaiman dan berteman akrab dengan Samsulbahri sejak kecil. Baginda Sulaiman meminjam uang kepada Datuk Meringgih untuk memulai usahanya. Ketika Nurbaya memasuki remaja, Samsulbahri dikirim ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan, saat itu usaha Baginda Sulaiman mulai meningkat. Datuk Meringgih yang melihatnya merasa tidak terima dan meyuruh anak buahya untuk membakar usaha Baginda Sulaiman sehingga Baginda Sulaiman tidak dapat membayar utangnya kepada Datuk Meringgih. Datuk Meringgih yang melihat bangkrutnya Baginda Sulaiman akhirnya memanfaatkannya dengan memberi tawaran kepada Baginda Sulaiman. Tawaran tersebut berupa apabila Datuk Meringgih dijodohkan dengan Nurbaya, maka semua utang Baginda Sulaiman dianggap lunas. Hal inilah yang membuat Nurbaya dilema. Nurbaya mencintai Samsulbahri, tetapi Nurbaya juga menyayangi ayahnya.Pada akhirnya, Nurbaya pun menikah dengan Datuk Meringgih dan mengirim surat kepada Samsulbahri tentang penderitaannya.

Kisah Siti Nurbaya ini begitu pelik dan tragis. Samsulbahri pada akhirnya kembali ke kampung halamannya menemui Nurbaya yang sudah diperistri Datuk Meringgih. Hal tersebut menimbulkan kemarahan Datuk Meringgih, dan karena tindakan tidak terpuji tersebut, Samsulbahri diusir oleh ayahnya Sultan Mahmud dari kampung halamannya. Siti Nurbaya pun diusir juga oleh Datuk Meringgih. Ketika mengetahui bahwa Samsulbahri di usir, Nurbaya berniat untuk menyusul kekasihnya itu. Malangnya niat Nurbaya dilaporkan anak buah datuk maringgih, Datuk Meringgih pun menyuruh anak buahnya itu untuk memberi racun pada minuman Nurbaya. Nurbaya pun meninggal.

Kisah cinta ini pun tidak berakhir sampai disitu. Di akhir kisah cinta ini pun Samsulbahri meninggal dan dimakamkan disebelah makam Nurbaya. Disanalah mereka hidup berdampingan selamanya.

Kisah Siti Nurbaya ini benar-benar dramatis dan mengangkat realitas wanita indonesia di zaman itu yang sering dijadikan bayaran atas utang dan adat perjodohan yang menyakiti salah satu pihak. Kisah Siti Nurbaya ini juga menggambarkan wanita di masa itu yang tidak punya hak atas hidupnya. Begitu banyak pelajaran yang dapat diambil dari novel ini, mulai tentang begitu bahayanya berhubungan dengan rentenir dan egoisnya orang tua atas nasib anaknya.

Ketika saya menilik latar belakang Marah Rusli, saya menemukan fakta bahwa Marah Rusli adalah anak bangsawan di kampungnya dan dijodohkan dengan gadis sunda. Barangkali ada hubungannya cerita ini dengan sesuatu yang beliau alami dalam kehidupan nyatanya.

Marah Rusli juga menyajikan kisah ini dengan begitu detail. Segala hal yang dikisahkan dijelaskan secara rinci sehingga pembaca dapat membayangkan bagaimana situasi dan bahkan pakaian yang dikenakan oleh tokoh dalam cerita ini. Novel ini juga disajikan dengan gaya dan bahasa melayu yang menambah keunikan dan ciri khas tersendiri cerita ini.

Komentar

Posting Komentar