Review Buku Sarapan Pagi Penuh Dusta

Sarapan Pagi Penuh Dusta

Penulis : Puthut EA
Penerbit: buku mojok
Cetakan :cetakan kelima ,2017
Halaman : vi + 140 halaman ; 13 x 20 cm

Buku sarapan penuh dusta ini adalah buku kumpulan cerpen milik Puthut EA. Judul Kumpulan cerpen ini diambil dari salah satu cerpen yang terkandung dalam buku ini, yaitu sarapan pagi penuh dusta. Buku ini sendiri terdiri dari 15 judul cerpen yaitu:

1. Apakah di Luar Telah Malam
2. Perempuan yang Menunggu
3. Si Penulis Kematian
4. Terdampar di Sebuah Ingatan
5. Rumah
6. Bayang-Bayang
7. Sarapan Pagi Penuh Dusta
8. Bapa
9. Sisa Badai di Sepasang Mata
10. Sebuah Paket Berisi Kenangan
11. Sebuah Kisah Sedih
12. Perempuan yang Selalu Mengirimiku Hujan
13. Kisah Asing
14. Laki-Laki yang Kusentuh Rambutnya
15. Sesuatu yang Mencekamku
Salah satu cerpen yang akan saya bahas adalah sarapan pagi penuh dusta.

Cerpen ini menceritakan tentang seorang perempuan yang jarang pulang ke rumah ibunya. Cerita ini diawali ketika sang ibu terus menerus menanyakan tiga hal yang sama setiap dia pulang dan sarapan bersama ibuya.

‘ia pasti menanyakanku tiga hal secara berurutan: apakah aku sudah punya kekasih, kabar tentang pekerjaanku, dan kesediaanku untuk pulang dan tinggal bersamanya.’

Pertanyaan tersebut membuat si perempuan terpaksa berdusta mengenai pertanyaan pertama. Si perempuan selalu menjawab bahwa dia sedang dekat dengan laki-laki. Dan dusta tersebut berhasil membuat raut wajah ibunya terlihat lega. Sehingga dia harus membuat dusta-dusta lain seperti bagaimana mereka bertemu, bagaimana mereka menjalani hubungan, dan hal-hal lain yang dilakukan bersama sang kekasih meskipun sebenarnya tidak pernah terjadi.

Cerpen ini menurut saya sangat dekat dengan kehidupan kita. Cerita tentang anak yang pulang dan ditanyakan tentang kekasihnya sangat sering kita dengar. Yang menggelitik di novel ini adalah kebohongan yang terus menerus berlanjut meski dengan nama laki-laki lain. Dan ibu si perempuan yang menganggap lalu masalah itu dan terus berharap.

Hal lain yang dekat dengan kehidupan dari cerpen ini adalah bagaimana sang ibu tinggal sendiri di rumahnya dan ditemani dua orang pembantu. Anak-anaknya pergi dari rumah untuk menjelajah. Sehingga sang ibu merasa kesepian. Sang ibu pun kadang merasakan dilematis antara melepaskan anaknya karena tidak ingin egois dan keinginan untuk ditemani serta hidup bersama sang anak. Cerita seperti ini pun sering kita dengar di kehidupan kita sehari-hari. Jadi meski berupa cerpen, makna yang terkandung dapat diterima dengan baik. Selain karena bahasa yang dipakai lugas, cerita dalam cerpen inidekat dengan kehidupan kita sehari-hari. 

Komentar